Aku adalah Tuhan, tapi Tuhan bukan lah aku
Menurut syekh abdul salik "untuk mencapai Aku, yg wajib dinafikan oleh salik adalah aku.selama aku masih mengaku ada maka Aku tidak mengakuinya.sehingga selamanya aku akan terhijab dari Aku"
(sumber:kisah perjalanan walisongo,oleh H. Syamsul Hadi)
Sejenak kita mengulik tentang hal yg di sebut manungaling kawulo Gusti, atau menyatu nya Tuhan dgn jiwa, rasa, raga.
Ajaran seperti ini di anggap sesat oleh sebagian orang yg mendewa dewa kan ibadah ibadah yg berwujud ritual keagamaan
Yah benar saja mereka menganggap sesat karna dalam fikiran mereka
"untuk apa menyembah Tuhan, jika Tuhan ada dalam diri kita"
Heal yeah kata kata seperti ini lah yg paling sering di dengar insan insan yg sedang membicara tasawuf kepada orang orang yg mengerti agama
kisah kisah tentang hal ini sudah menjadi polemik sejak ratusan tahun atau bahkan ribuan tahun lalu,ya umat manusia memang begitu bila tidak bisa bersifat madya.
Kembali tentang hal yg di sebut manunggaling kawulo marang gusti,bukan kah jika memang seperti itu hakikat Ketuhanan yg paling hakiki, yakni merasa menyatu dgn Nya,apa itu salah?
oke jika kalian masih sebut hal ini sesat itu silah kan, karna pada dasar nya jika saling mencintai pasti saling memiliki,menyatu,dan serasa setubuh.
dalam hubungan percintaan vertikal antara manusia dan Tuhan, kita harus menyadari bahwa Tuhan adalah sumber segala hal, dan muara dari segala hal.
mampu kah menerima kenyataan bahwa bercinta dgn Tuhan tak selalu indah?
You know lah
Tuhan maha segalanya, termasuk Maha menyesatkan, yg memberi bahaya, yg menistakan dan hal hal yg di anggap buruk bagi insan manusia.
begitulah orang yg ingin menjalani percintaan dgn Tuhan,
harus madya menyeimbangkan,antara mencintai nya dan mencintai ciptaan nya.
Tuhan ada di diri manusia, tapi manusia bukan Tuhan, karna Tuhan bukan lah zat yg tercipta melainkan zat yg mencipta.
jangan pernah sekali kali berfikir bahwa sesuatu yg buruk itu tidak berasal dari Nya.semua berasal dari Nya, jika kamu masih meyakini bahwa sesuatu yg buruk berasal dari zat selain Tuhan, lalu mengapa kamu tetap mengimani Keesaan Nya.
Tuhan ada di diri kita,tapi kita bukan Tuhan, kita boleh mencintai Tuhan, tapi juga cintailah ciptaan Nya, kita boleh memburu akhirat dgn iman tapi kita juga harus mengurus dunia dgn nurani
kehidupan yg paling baik adalah kehidupan madani
Ketika semua nya madya(seimbang)
Aku adalah Tuhan,tapi Tuhan bukan lah aku
Komentar
Posting Komentar